Gresik Kota Industri Petanian

November 28, 2011 on 10:02 pm | In General | No Comments

Gresik kota santri, begitulah orang banyak menyebutnya. Tidak mengherankan memang karena kota ini memang dipenuhi dengan pondok pesantren. Oleh karena itu maka disebut Kota Santri. Tak hanya itu, corak budaya keislaman juga sangat kental di sini. Dengan adanya makam dari dua orang Muballigh atau Waliyullah yaitu Sunan Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri semakin mengukuhkan Kota Gresik sebagai Kota Santri. Namun akhir-akhir ini Kota Santri menuai kontroversi. Kota Santri mengalami dualisme arti yaitu “Kota Kawasan Industri”. Hal ini juga bukanlah hal yang mengherakan karena memang di Kota Gresik mulai bermunculan industri-industri baik yang berskala besar maupun kecil. Bahkan sekarang sudah berdiri Gresik Industrial Estate atau Kawasan Industri Gresik disingkat KIG. Namun kita tak bisa langsung mengonotasikan industri dengan polusi. Kita harus bisa melihat sisi positif dari itu. Industri yang berkembang di Kota Gresik sebagian besar adalah industri yang bergerak di bidang pertanian. Ini merupakan hal yang positif karena dapat membantu mengembangkan sektor pertanian di Indonesia khususnya Kota Gresik sendiri. Di balik itu juga Kota Gresik merupakan Kota yang kaya akan hasil pertanian terutama soal pangan.
Di bagian Gresik Utara seperti: kecamatan Manyar, Bungah, Sidayu dan Dukun merupakan ladang perikanan yang luas. Hampir di sepanjang jalan protokol penghubung kecamatan-kecamatan ini di penuhi dengan kandang-kandang ikan darat (tambak). Manta pencaharian sebagian besar penduduk sekitarpun adalah petani tambak. Banyak sekali distributor ikan di sini. Yang menjadi komoditas utama adalah ikan bandeng dan udang. Di samping itu hasil perikanan darat lain seperti ikan nila dan lele tak mau kalah meramaikan pasar-pasar ikan di daerah ini. Jadi Gresik Utara adalah pemasok utama hasil perikanan darat ala Kota Gresik.
Lain ladang lain belalang, lain utara lain selatan begitulah pepatah mengatakan. Kalau utara adalah “lauk provider” maka selatan adalah “nasi provider”. Di daerah Gresik Selatan seperti kecamatan Benjeng dan Balongpanggang merupakan dataran yang penuh sawah di mana-mana. Daerah ini merupakan penghasil beras yang cukup melimpah. Meskipun hampir tiap tahun dilanda banjir, daerah ini tetap menjadi penghasil makanan pokok favorit rakyat Indonesia (beras). Sebagian penduduknya pun merupakan petani. Jadi Gresik Selatan adalah penghasil beras utama dari kota ini. Dari tepung beras Gresik dapat membuat sebuah produk olahan alternatif khas Gresik yaitu pudak. Makanan ini dibungkus dengan pelepah daun kelapa dan dicampur dengan berbagai macam bahan pelengkap dengan berbagai macam rasa.
Sektor perikanan laut pun tak mau kalah. Kota Gresik yang merupakan kot pesisir mempunyai potensi sumber daya alam laut yang melimpah. Di bagian Gresik tenggara terdapat pelabuhan yang juga sebagai pusat perdagangan hasil perikanan laut yang besar. Di daerah sini tentu banyak penduduk yang berprofesi sebagai nelayan. Jadi hasil perikanan laut pun tak bisa di pandang sebelah mata. Yang menjadi komoditas utama adalah ikan-ikan laut seperti tongkol. Selain itu hasil laut seperti cumi-cumi dan kerang-kerangan ikut meramaikan pasar ikan Gresik. Sebagian besar hasil itu di ekspor ke luar daerah. Sebagian lagi diolah sendiri oleh masyarakat sekitar menjadi berbagai macam makanan khas Kota Gresik. Memang sebagian besar penduduk pesisir piawai dalam mengolah hasil pertanian. Maka tak heran jika makanan hasil olahan di sini cukup terkenal. Beberapa makanan khas Gresik hasil olahan perikanan diantaranya otak-otak, kripik kulit ikan, presto, mbok siah (ikan masak bumbu pedas).
Kota gresik dikelilingi ladang penghasil yang cukup berpotensi. Di bagian tengah merupakan daerah yang penuh dengan industri seperti yang dijelaskan di awal tadi. Jadi Kota Gresik merupakan kota yang sudah lengkap akan hasil pertaniannya sekaligus pengolahannya. Bisa dikatakan Gresik sebagai kota kawasan industri pertanian. Sekarang tinggal bagaimana menyingkronkan antara hasil pertanian dengan indusrti pengolahnya. Jika kedua hal ini dapat disatukan maka Kota Gresik akan dapat menjadi kota yang adidaya karena menguasai pangan.
Oleh:
M. Nurdiansyah_F34110022_Q06_TPB-IPB_2011/2012

September 28, 2011 on 10:27 am | In General | No Comments

Pemanfaatan Tepung Talas Belitung (Xanthosoma sagittifolium) dalam Pembuatan Cookies

September 28, 2011 on 10:11 am | In General | No Comments

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan adalah dengan meningkatkan budidaya dan pemanfaatan hasil pertanian. Produk pertanian yang potensial dalam mensubstitusi peran tepung terigu adalah produk tepung dari umbi-umbian, antara lain talas belitung. Pada penelitian ini dilakukan penggunaan tepung talas belitung pada pembuatan cookies.

Sumber: Indrasti, Dias

Powered by WordPress with Pool theme design by Borja Fernandez. Theme pack from WPMUDEV by Incsub. Distributed by Dedicated Servers
Entries and comments feeds. Valid XHTML and CSS. ^Top^